Pt Solid Gold Berjangka ~ Jujur Soal Keuangan dengan Pasangan???

nafkah-anak-istri

Pt Solid Gold Berjangka ~  Bagi kebanyakan pasangan, membicarakan hal keuangan adalah sesuatu yang tabu. Entah karena alasan risih, tidak enak hati, tidak nyaman, atau malah takut memicu perdebatan. Cukup banyak pasangan yang sebelum atau setelah memasuki pernikahan tidak mengetahui keuangan pasangannya, mulai dari aset apa yang dimiliki, berapa besar gajinya hingga berapa besar utang yang dimiliki.

Anda bisa saja sangat mengetahui makanan kesukaannya, ukuran sepatunya, cita-cita masa kecilnya, hingga tim sepakbola favoritnya, tapi Apakah anda tahu keuangan pasangan anda secara mendalam? Berikut hal-hal yang dapat diperhatikan mengenai keterbukaan keuangan dengan pasangan.

Kejujuran
Dalam membangun rumah tangga memerlukan sebuah komitmen dan salah satu hal yang terpenting adalah kejujuran (keterbukaan), apalagi tentang kondisi keuangan. Sengaja atau tidak, yang paling sering dilakukan oleh pasangan adalah tidak jujur mengenai sumber pemasukan dan pengeluaran (hayoo ngaku…)

Jangan-jangan selama ini istri hanya tahu kalau pemasukan suaminya hanya dari gaji bulanan. Padahal sang suami ternyata memiliki pekerjaan sampingan dan suami hanya memberikan jatah bulanan kepada istri untuk dikelola. Begitu pula dengan pengeluaran, sama-sama tidak memberi tahu, apa saja pengeluaran selama ini. Semoga tidak seperti ini ya. Apabila istri bekerja, perlu juga keterbukaan mengenai keuangan.

Selain kejujuran mengenai sumber pemasukan tadi, perlu saling keterbukaan pula mengenai aset dan utang yang dimiliki. Apakah Anda pernah mendengar cerita, seseorang kebingungan mengurus harta waris ketika pasangannya meninggal dunia atau malah yang tragis seorang istri tidak tahu harus berbuat apa ketika suaminya meninggal lalu mewarisi utang hingga banyak penagih utang (debt collector) yang datang? Tentu ini bukanlah hal yang aneh jika anda dari sekarang tidak pernah terbuka dan memberi tahu kepada pasangan anda mengenai jumlah aset dan utang yang dimiliki. Mulailah saling terbuka dan jujur kepada pasangan anda mengenai keuangan.

Tetapkan Impian dan Tujuan Keuangan
Berbicara mengenai keuangan keluarga, selain kejujuran dan keterbukaan, anda perlu memberi tahu pasangan anda mengenai impian atau tujuan keuangan yang ingin dicapai. Walaupun sudah menikah, tentu masing-masing tetap memiliki kemauan sendiri (ego). Mungkin saja istri ingin melanjutkan kuliah S2, namun di sisi lain, sang suami ingin membeli apartemen. Yang sering terjadi bisa dalam hal liburan, Suami ingin pergi ke luar negeri, namun istri ingin di dalam negeri saja.

Hingga memilih sekolah untuk anak, akan terjadi perbedaan pilihan. Jadi yang dapat anda lakukan adalah tentukan tujuan finansial bersama-sama, baik untuk tujuan pribadi maupun tujuan bersama. Setelah menentukan tujuan, cek kondisi keuangan, sehingga terlihat kesanggupan anda dalam menabung atau berinvestasi untuk mencapai impian tersebut. Yang tidak kalah penting adalah keluarga perlu kompak dalam menentukan visi dan prioritas.

Harus ada kata “SALING” dalam menentukan tujuan keuangan mana yang diprioritaskan. Jika Anda bingung dan belum memiliki bayangan mengenai tujuan keuangan, anda dapat berkonsultasi dengan Independent Financial Advisor agar dapat mendapatkan tujuan keuangan yang terbaik.

Pikiran yang Terbuka
Awal permasalahan keuangan yang terjadi dalam keluarga adalah karena ketidaktahuan dalam mengelola keuangan. Saling menyalahkan satu sama lain atau bila diberitahu oleh pasangan, anda tidak mau tahu alias ngeyel. Cobalah membuka pikiran anda bahwa mengelola keuangan tidak hanya dari istri, tapi suami pun harus paham bagaimana mengelola keuangan yang baik, karena ini merupakan tugas bersama. Mengelola keuangan yang dimaksud bukan berarti Anda harus menghafalkan definisi-definisi atau menghitung dengan rumus, melainkan anda tahu konsep dari uang tersebut.

Anda tahu bagaimana cara mengendalikan uang dan memakai uang, agar uang anda dapat berkembang dan anda tidak diperbudak oleh uang. Bila anda belum tahu banyak tentang investasi, cari tahu dari sekarang dan jangan menunda lagi. Cara hidup anda sekarang akan menentukan cara hidup anda nantinya. Mengelola keuangan secara bijak sekarang, akan memudahkan kita nantinya di masa tua. Orang yang tertutup pikirannya dan tidak jujur akan cenderung membela diri dari kesalahan. Dengan pikiran yang terbuka dan sama-sama mau belajar dalam mengelola keuangan, maka masalah-masalah keuangan yang akan dihadapi dapat diselesaikan secara bersama.

Kesepakatan Bersama
Hal yang paling sederhana adalah mulai dengan membuat anggaran bulanan dan mencatat keuangan keluarga. Dengan memiliki catatan keuangan seperti ini, umumnya anda dapat membagi menjadi beberapa bagian, seperti pengeluaran rutin, membayar cicilan, investasi dan jajan. Kemudian sepakati bersama, pengeluaran tersebut mau dari rekening mana, rekening atas nama siapa, begitu juga rekening investasi, atas nama siapa dan seterusnya. Semua disepakati bersama. Konsistenlah dalam mengelola keuangan bersama.

Bila dari awal istri ditunjuk sebagai manajer, lakukanlah secara transparan dengan menginformasikan pengelolaan anggaran keluarga setiap bulannya sehingga suami menghargai usaha istri, dan akan lebih mudah diselesaikan bila ada masalah. Anda tentu sudah tahu bahwa sebagian besar keretakan rumah tangga dipicu oleh masalah keuangan. So, mulai dari sekarang, kita persiapkan kebiasaan yang baik untuk mengelola keuangan keluarga.

Happy Planning (Pt Solid Gold Berjangka)

 

 

BACA JUGA

Pt Solid Gold Berjangka ~ Ini Yang Membuat Uang Mu cepat Habis