Pt Solid Gold Berjangka | AUD/USD Merosot Setelah IMP China, IHK Australia Saat Ini Dalam Sorotan

c_740_198_16777215_00_images_assets_currency2_aud-usd-irrational-numbers-fundamental-analysis-fx-trader-forex1

Pt Solid Gold Berjangka |Bahkan setelah menyaksikan data aktivitas manufaktur dari pelanggan terbaru China yang lebih baik dari perkiraan, AUD/USD turun menjadi 0,6865 pada awal Rabu.

Data bulan Juli dari Indeks Manajer Pembelian (IMP) resmi China memancarkan sinyal beragam ketika IMP Manufaktur tumbuh melewati 49,6 konsensus pasar menjadi 49,7, masih di wilayah kontraksi, sedangkan IMP Non-Manufaktur tertinggal di belakang ekspektasi 54,5 hingga 53,7.

Mengingat dampak negatif terbaru dari media China atas cuitan Presiden AS Donald Trump di Twitter merampingkan peluang kesepakatan perdagangan yang sukses, seperti biasa, AUD akan memiliki tekanan tambahan kecuali jika ada berita utama positif berasal dari Shanghai.

Yang semakin memperlemah pasangan adalahj karakteristik berisiko Aussie yang meraih lebih sedikit pembeli selama masa ketidakpastian politik/perdagangan.

Sentimen pasar masih dibatasi secara luas karena yield treasury 10-tahun AS mendekati 2,06% pada saat penulisan.

Setelah menyaksikan reaksi awal terhadap data aktivitas dari pelanggan terbesar, para pedagang Aussie sekarang akan mengalihkan perhatian mereka ke angka Indeks Harga Konsumen (IHK) Q2 yang diperkirakan akan melonjak kenaikan 0,5% berbanding 0,0% pada triwulanan sedangkan IHK Reserve Bank of Australia (RBA) Trimmed Mean juga dapat berkembang menjadi 0,4% dari 0,3% pada format QoQ.

Setelah itu, investor akan sangat memperhatikan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve AS sedangkan bank sentral AS sebagian besar diantisipasi untuk mengumumkan penurunan suku bunga seperempat persen.

Analisis Teknis

Sementara puncak pertengahan Juni bertengger di sekitar 0,6885 dan terendah awal bulan di dekat 0,6910 dapat terus membatasi kenaikan jangka pendek, level EMA 21 hari di 0,6960 akan terus memberikan tekanan downside pada harga. Atau, area 0,6830/25 yang merupajan dasar bulan Juni 2019 dan awal 2016 menjadi level kunci untuk penurunan pasangan hingga terendah bulan Januari di 0,6684.

Pt Solid Gold Berjangka

Pt Solid Gold Berjangka | Minyak menguat 1,2% seiring prospek penurunan suku bunga AS

c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_0Crude-Oil-8.jpeg

Pt Solid Gold Berjangka | Harga minyak ditutup naik tipis pada Senin seiring prospek penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS dibayangi oleh pesimisme atas pembicaraan perdagangan AS-China dan kekhawatiran terkait pertumbuhan ekonomi global yang lebih lambat.

Minyak mentah Brent menguat 0,2% menjadi $ 63,60 per barel, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik 1,2% pada $ 56,87 per barel.

Pedagang dan investor terfokus pada The Fed pekan ini, dengan para gubernur bank sentral AS diperkirakan akan menurunkan biaya pinjaman untuk pertama kalinya sejak kedalaman krisis keuangan lebih dari satu dekade lalu.

Harga minyak mentah juga didukung oleh risiko pasokan seiring ketegangan di sekitar Selat Hormuz, di mana sekitar seperlima dari lintasan minyak dunia. (Tgh)

Pt Solid Gold Berjangka

Pt Solid Gold Berjangka | Saham Jepang dibuka lebih rendah

Pt Solid Gold Berjangka | Saham Tokyo dibuka lebih rendah pada Senin ini, mengabaikan reli di Wall Street karena investor tetap berhati-hati di tengah musim pendapatan perusahaan.

Indeks acuan Nikkei 225 tergelincir 0,13 persen, atau 28,04 poin, menjadi 21.630,11 pada awal perdagangan, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 0,09 persen, atau 1,40 poin, menjadi 1.570,12.(yds)

Pt Solid Gold Berjangka

ECB signals its ready to cut rates; opens door to renewed QE measures

Solid Berjangka Semarang | The European Central Bank on Thursday made clear it stands ready to cut rates and deliver “highly accommodative” monetary policy, including additional asset purchases, in its effort to push stubbornly low inflation back toward its target amid signs of deteriorating economic conditions in the eurozone.

However, investors appeared to take the statement and subsequent remarks by European Central Bank President Mario Draghi with a grain of salt, lamenting a lack of clear-cut details of policy plans. The euro initially dived following the statement, while European bonds rallied, pushing down yields. Those moves were reversed during Draghi’s news conference.

“Policy makers have clearly not yet made up their mind on exactly what to do,” said Jack Allen-Reynolds, economist at Capital Economics, in a note. “We still think that they will cut the deposit rate to -0.5% in September [from -0.4%]. But by October, we suspect that they will have reached a consensus to relaunch QE, probably with a greater weight on corporate bonds.”

QE stands for quantitative easing, in which central banks purchase financial assets to inject liquidity into the economy. The ECB ended its program of monthly bond purchases in December, but has continued to reinvest proceeds from maturing holdings to maintain the size of its balance sheet.

In a statement following its policy meeting in Frankfurt, the ECB Governing Council said it left rates unchanged but expects them to “remain at their present or lower levels at least through the first half of 2020…” Previously, the ECB had said it expected rates to remain at “present levels” over that period.

The ECB said policy makers “also underlined the need for a highly accommodative stance of monetary policy for a prolonged period, as inflation rates, both realized and projected, have been persistently below levels that are in line with its aim.”

The ECB said it had tasked committees with examining options on ways to reinforce its forward guidance on policy rates as well as “mitigating measures”, such as the design of a tiered system of rates on reserves held at the central bank and “options for the size and composition of new net asset purchases.”

Draghi said the decision on the statement wasn’t unanimous but was the product of a “broad convergence” of views. He played down disagreements, saying that any time a large number of policy options are discussed there were bound to be differing views.

Meanwhile, Draghi warned that the economic outlook in the region was getting “worse and worse,” particularly for the manufacturing sector, thanks to continued global uncertainty tied to trade tensions, the looming British exit from the European Union and other factors. Moreover, he emphasized that policy makers were unhappy with stubbornly low inflation and said the ECB would take a “symmetrical” approach to its goal of inflation running near but just below 2%. Annual inflation in the eurozone was seen at 1.3% in June.

In effect, that means the ECB won’t view a 2% inflation pace as a cap — a major shift, according to longtime ECB watchers like Pictet Wealth Management’s Frederik Ducrozet, who called it a “hugely important and unprecedented step.”

Still, the broader ECB commentary on its “inflation problem” and its determination to address it was “stark,” wrote Nick Kounis and Aline Schuiling, economists at ABN AMRO, in a note.

”These comments suggest that net asset purchases could ultimately persist through 2020,” they said.

Traders had seen a nearly 50% chance the ECB would move at its July meeting to deliver a rate cut after another round of downbeat survey data from Germany, the shared-currency region’s largest economy, this week.

Instead, the central bank delivered what analysts saw as a clear-cut signal it is prepared to move as early as September to push its deposit rate further into negative territory while also weighing the possibility of resuming asset purchases.

The euro reversed an initial decline to rise 0.3% to $1.1172 versus the U.S. dollar, while the pan-European Stoxx 600 turned lower, falling 0.8% as U.S. stocks moved to the downside. European bonds initially rallied, sending yields lower and dragging down yields on U.S. Treasurys, but also reversed course. Yields, which move in the opposite direction of bond prices, across much of Europe and the U.S. were higher.

Pt Solid Berjangka | Siswa Indonesia Raih Prestasi di Olimpiade Fisika Dunia Israel

Dalam Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) ke-50 di Israel (7-15 Juli 2019), Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih 4 medali perak dan 1 medali perunggu.

Pt Solid Berjangka ~ Berita membanggakan datang dari Tim Olimpiade Fisika Indonesia yang meraih prestasi di ajang “International Physics Olympiad” ke-50 di Tel Aviv Israel tanggal 7-15 Juli 2019.

IPhO merupakan kompetisi tahunan dalam bidang fisika untuk siswa sekolah menengah ( SMA ) yang melibatkan kontes teori dan eksperimental individu dalam Fisika.

IPhO ke-50 tahun ini diorganisasikan dan didukung Kementerian Pendidikan Israel dan Sekolah Fisika dan Astronomi di Universitas Tel Aviv menjadi tuan rumah Olimpiade dan bertanggung jawab atas program akademiknya.

4 perak, 1 perunggu

Dalam Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) ke-50 di Israel ini, Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih 4 medali perak dan 1 medali perunggu.

Peraih medali adalah:

1. Gusti Putu Surya Govinda Atmaja, SMA Kesatuan Bangsa, Yogyakarta: medali perak Baca juga: Dari Sumedang ke Olimpiade Matematika, Siswa Indonesia Rebut Medali

2. Ivander Jonathan Marella Waskito, SMA Mawar Sharon Christian School, Surabaya: medali perak

3. Nixon Widjaja, SMAK IPEKA Plus BSD, Tangerang: medali perak

4. Yuwanza Ramadhan, SMAN 1 Depok: medali perak

5. Daffa Fathani Adila, SMAN 8 Jakarta: medali perunggu

Berangkat mandiri

Keberangkatan Tim Olimpiade Fisika Indonesia ini merupakan upaya mandiri karena Pemerintah Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah memberangkat tim fisika nya ke event EuPhO (European Physics Olympiad). EuPhO tahun 2019 ini adalah event yang ke 3 yang diselenggarakan di Riga, Latvia.

Acara EuPhO diikuti 35 negara dengan jumlah delegasi lebih dari 250 orang. Setelah peserta mengikuti tahapan tes Fisika Eksperimen dan Fisika Teori dilanjutkan dengan tahapan koreksi oleh tim juri dan moderasi nilai,
Dalam kompetisi ini, Tim Olimpiade Fisika Indonesia memperoleh raihan prestasi 1 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu.

Hasil semakin baik

“Hasil cukup baik ya. Hasil 4 perak dan 1 perunggu menunjukkan bahwa secara umum tim Indonesia cukup merata dan kuat. Secara umum prestasi siswa meningkat dari APhO ke EuPhO ke IPhO,” ujar Hendra Kwee dari Yayasan Simetri yang mendampingi persiapan tim fisika Indonesia saat dihubungi Kompas.com (15/7/2019).
Ia menambahkan walaupun secara formal yayasan simetri tidak bekerja sama dengan Kemendikbud untuk persiapan tim, pihaknya merasa senang sinergi ini mendorong prestasi siswa Indonesia.
Hendra menyampaikan meski waktu persiapan menghadapi IPhO terbilang pendek, namun para siswa berangkat dengan bekal yang cukup mengingat rangkaian persiapan ke Asian Physics Olympiad dan European Physics Olympiad yang telah dilakukan merupakan persiapan juga ke IPhO.
“Kebanyakan pimpinan tim setuju bahwa APhO (kompetisi Asia) paling sulit. Ini karena negara peserta APhO kebanyakan negara kuat. Sistem medali olimpiade fisika berdasarkan statistik. APhO merupakan persiapan IPhO sehingga soal lebih sulit baik untuk persiapan,” jelas Hendra.

Hendra menyampaikan informasi, delagasi tim olimpiade fisika Indonesia yang dipimpin Syamsu Rosid dari Universitas Indonesia masih berada di Israel dan baru tiba kembali di Tanah Air besok, 16 Jul 2019 siang pukul 13.05 WIB.

Penulis : Yohanes Enggar Harususilo

Sumber : Kompas.com

 

Lanjutkan membaca “Pt Solid Berjangka | Siswa Indonesia Raih Prestasi di Olimpiade Fisika Dunia Israel”

%d blogger menyukai ini: