Solid Gold ~ Harga Cabai Tembus Rp 80 ribu per kg

Solid Gold ~ Harga Cabai Tembus Rp 80 ribu per kg

capture

Solid Gold ~ Sejak beberapa hari terakhir, harga cabai di Palembang melonjak drastis. Saat ini, harga cabai di pasaran dijual pedagang berkisar Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu per kilogram (kg).

Tingginya harga cabai tersebut berdampak negatif bagi pedagang. Bukannya meraup untung, pedagang justru susah payah mengembalikan modal karena barang tak habis terjual. Hal ini disebabkan konsumen mengurangi membeli cabai dibanding hari-hari biasanya.

Menurut pedagang Pasal Sekip Palembang, Ramli (47), kenaikan tersebut terjadi secara drastis. Tiga hari lalu, harga cabai merah masih berada di kisaran Rp 55 ribu per kg.

“Sekarang tembus Rp 70 ribu, ada juga yang jual Rp 80 ribu sekilo, naiknya tinggi dari kemarin-kemarin,” ungkap Ramli, Minggu (13/11).

Tingginya harga cabai tersebut, membuat Ramli dan pedagang lain merugi. Jika biasanya mampu mengantongi untung minimal Rp 150 ribu per hari, kini hanya cukup balik modal.

“Orang-orang cuma banyak nanya, habis itu langsung kabur, mungkin karena merasa kemahalan,” ujarnya.

Para pedagang tidak mengetahui persis penyebab tingginya harga cabai. Hanya saja, mereka mendapat informasi hal itu akibat musim hujan yang menyebabkan panen petani tidak terlalu bagus. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung lama dan harga cabai juga akan semakin mahal.

“Katanya sih sering hujan, panen kurang. Kata agen, nanti bisa saja harganya Rp 100 ribuan, kalo begitu otomatis penghasilan berkurang,” tukasnya.

Kementerian Perdagangan mencatat terdapat kenaikan yang cukup signifikan terhadap komoditas pangan terutama cabai. Harga cabai di pasaran menurut menurut situs harga bahan pokok milik Pemprov DKI Jakarta, http://www.infopangan.go.id, harga cabai merah sudah menembus Rp 80.000/kg.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, hal ini dikarenakan musim hujan yang mulai melanda beberapa wilayah di Indonesia.

“Dan setelah kita konfirmasi ke Kementerian Pertanian (Kementan) itu bukan tidak ada stoknya, stok banyak, cuma tidak berani dipanen karena cuaca,” katanya di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (28/10).

“Jadi kalau dipanen malah busuk, jadi petani malah tidak mau panen, dibiarkan saja cabai itu di pohon supaya tidak busuk,” tambahnya.

Selain itu, dirinya juga mengatakan melonjaknya harga cabai juga dikarenakan Erupsi Gunung Sinabung, terlebih di pulau Sumatera.

“Daerah-daerah yang harganya tinggi terutama di Sumut dan Aceh juga selain karena cuaca hujan terus, juga ada gunung yang erupsi,” jelasnya.

(Solid Gold )

 

BACA JUGA

Solid Gold Berjangka ~ Dolar mendekati level tertinggi, Efek Trump

 

Iklan

PT SOLID GOLD | Menanti rincian pemangkasan produksi minyak OPEC

Solidgold – Volatilitas pergerakan harga minyak masih tinggi meski OPEC sudah mencapai kesepakatan pembatasan produksi.

Mengutip Bloomberg, Kamis (29/9) pukul 20.30 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman November 2016 di New York Mercantile Exchange menguat 0,32% ke level US$ 47,2 per barel dibanding sehari sebelumnya.

Analis SoeGee Futures, Nizar Hilmy memaparkan, pasar masih menanti rincian pembatasan produksi yang akan diumumkan pada pertemuan OPEC bulan November. Pada forum energi di Aljazair, OPEC setuju untuk memangkas produksi menjadi sekitar 32,5 juta hingga 33 juta barel per hari. Tetapi, OPEC masih merahasiakan rincian kesepakatan termasuk kuota produksi masing – masing anggota.

Hal tersebut sempat membuat harga minyak kembali tertekan lantaran pasar mempertanyakan pelaksanaan pembatasan produksi. Apalagi, masih banyak anggota OPEC yang tidak mematuhi aturan kuota produksi.

“Secara historis, sejak tahun 1980 Arab Saudi selalu menepati kesepakatan pemangkasan produksi, tetapi anggota lain tidak demikian,” papar Nizar

Jika kesepakatan berjalan, Nizar memprediksi harga minyak akan terangkat hingga US$ 55 per barel. Sebaliknya jika pembatasan produksi mengalami kendala, tekanan minyak dapat terjadi namun terbatas di US$ 40 per barel mengingat kondisi ekonomi saat ini tidak seburuk awal tahun.

Nizar menduga, isu pemangkasan produksi masih akan menjadi perhatian pasar baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Harga minyak dapat melanjutkan kenaikan jika ada pejabat OPEC yang menegaskan terjadinya kesepakatan pemangkasan produksi.

Sentimen lain yang dapat mempengaruhi minyak dalam jangka pendek yakni data cadangan minyak AS yang dirilis Energy Information Administration serta berbagai data ekonomi negeri Paman Sam.

Untuk sepekan ke depan, data AS yang akan dirilis antara lain pertumbuhan ekonomi kuartal II-2016 serta data tenaga kerja dan klaim pengangguran. (source: kontan.co.id)

solidgold berjangka semarang